P Mas Yudi ..!!!
Assalamu'alaikum ..... Selamat Datang di Blog Anak Desa ...

Beranda

Sabtu, 04 September 2021

BENTUK-BENTUK MASALAH SOSIAL

 

BENTUK-BENTUK MASALAH SOSIAL

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini, Ananda mampu menjelaskan berbagai bentuk masalah sosial yang ada di masyarakat.

Uraian Materi

Pada kegiatan pembelajaran 1, Ananda telah memahami tentang pengertian masalah sosial, eksklusi sosial dan faktor penyebab masalah sosial. Nah pada kegiatan pembelajaran 2 ini, akan membahas tentang berbagai bentuk masalah sosial yang ada di masyarakat. Anada dapat mencermati beberapa masalah sosial di bawah ini :

1. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan taraf atau standar kehidupan pada umumnya. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah ini juga akan berdampak berkurangnya kemampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan.

Bentuk-bentuk kemiskinan, yaitu sebagai berikut :

a. Kemiskinan absolut

Merupakan tahap dimana individu sulit atau bahkan tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sekaligus mendasar agar dapat menyambung hidup. Contohnya, apabila ada seorang yang mengalami disabilitas (lumpuh) maka ia tidak sanggup untuk mencari pekerjaan yang upahnya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum, apalagi ia hidup sebatang kara sehingga ia terjebak dalam lingkaran kemiskinan (tidak dapat merubah nasib).

b. Kemiskinan relative

Merupakan kemiskinan yang melanda seseorang namun masih mampu untuk memenuhi kebutuhan mendasarnya. Misalnya, seorang buruh yang selalu berangkat ke pabrik menggunakan sepeda, tetapi ia menyadari bahwa teman-temannya telah mempunyai sepeda motor, ketika itu pun ia merasa kurang mampu dibandingkan rekan-rekannya.

Ketidakmampuan seseorang dalam hal ini kemiskinan relatif sebagian besar ditentukan oleh individu sendiri.

c. Kemiskinan Kultural

Merupakan bentuk kemiskinan yang terjadi akibat adanya sikap dan unsur budaya masyarakat yang cenderung santai dan tidak memiliki motivasi untuk memperbaiki taraf hidupnya menjadi lebih baik.


2. Pengangguran

Pengangguran adalah sebuah golongan angkatan kerja yang belum melaku kansuatu kegiatan yang menghasilkan uang. Pengangguran tidak terbatas padaorang yang belum bekerja. Orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang yang bekerja namun perkerjaannya tidak produktif pun dapat dikategorikan sebagai pengangguran.

Jenis-jenis pengangguran :

a. Pengangguran Terbuka : Pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan. Karena belum mendapat pekerjaan atau memang tidak mau bekerja. Pengangguran terbuka disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia, atau tidak adanya kecocokan antara lowongan kerja dan latar belakang pendidikan.

b. Pengangguran Siklikal : Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan dalam kegiatan perekonomian negara. Mundurnya perekonomian akan mengakibatkan daya beli masyarakat yang juga menurun, sehingga perusahaan akan mengurangi produksi dan memberhentikan karyawannya.

c. Pengangguran Musiman : Kondisi ini disebabkan oleh siklus ekonomi yang berfluktuasi karena adanya pergantian musim sehingga pekerja harus menghentikan aktivitas produksi untuk sementara. Biasanya terjadi pada bidang pertanian dan perikanan, seperti petani dan nelayan.

d. Setengah Pengangguran : Kondisi ini merupakan pekerja yang mempunyai pekerjaan, namum jam kerjanya sedikit, biasanya kurang dari 35 jam dalam seminggu.


3. Kriminalitas

Kriminalitas berasal dari kata crime yang artinya kejahatan. Kriminalitas adalah semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum pidana. Kriminalitas yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun luar individu.

Tindakan kriminalitas yang ada di masyarakat sangat beragam bentuknya, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain sebagainya. Tindakan kriminalitas yang terjadi di masyarakat harus menjadi perhatian aparat polisi dan masyarakat sekitar.

Dampak tindakan kriminal seperti :

a. Merugikan pihak lain baik material maupun non material
b. Merugikan masyarakat secara keseluruhan
c. Merugikan Negara
d. Menggangu stabilitas keamanan masyarakat
e. Mangakibatkan trauma kepada para korban.

Dengan kata lain dampak dari fenomena tindakan kriminal dan kekerasan ini adalah mengakibatkan keresahan dimasyarakat dan peran penegak hukum seperti polisi akan sangat diandalkan untuk menanggulanginya, namun peran masyarakat juga akan sangat membantu para polisi dalam menangulangi seperti memberikan informasi dan pengamanan lingkungan sekitarnya dengan melakukan siskamling (sistem keamanan lingkungan) yang terintregasi dengan tokoh masyarakat dan polisi.

4. Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial merupakan perbedaan jarak ekonomi antara kelompok satu dengan kelompok yang lain. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat, antara lain:

a. Menurunnya pendapatan per kapita.
b. Ketidakmerataan pembangunan di daerah-daerah.
c. Rendahnya mobilitas sosial.
d. Adanya pencemaran lingkungan alam.
e. Kesenjangan sosial ekonomi dapat menimbulkan masalah di masyarakat, seperti munculnya tindakan kriminal, adanya kecemburuan sosial, dan lain sebagainya


 5.  Penyakit Menular

Penyakit menular adalah adalah gangguan yang disebabkan oleh organisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Disebabkan oleh agen biologi seperti mikroorganisme patogenik (virus, bakteri, dan fungi) serta parasit. Keberadaan mereka ada di dalam atau permukaan tubuh, sehingga dapat menyebabkan infeksi.

Terdapat tiga kelompok utama penyakit menular, yaitu:

  1. Penyakit sangat berbahaya karena angka kematian cukup tinggi.
  2. Penyakit menular tertentu yang menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama.
  3. Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi dan kesehatan.

Virus bukanlah organisme hidup, sebaliknya mereka adalah fragmen asam nukleat yang dikemas dalam mantel protein yang membutuhkan sel hidup untuk bereplikasi. Ada banyak virus lain yang ditransmisikan antara manusia dan yang secara signifikan menyebabkan penyakit dan kematian. Salah satunya yang baru- baru ini muncul menjadi masalah global yaitu virus corona atau COVID-19.

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius MERS atau SARS. Virus ini menyebabkan penyakit Covid-19.

Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan.

Jika Anda mengalami gejala ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan. secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis. Tetap di rumah, isolasi diri, dan pantau gejala Anda. Ikuti panduan nasional tentang isolasi mandiri. Namun, jika Anda tinggal di daerah dengan malaria atau demam berdarah, Anda tidak boleh mengabaikan gejala demam. Segera cari pertolongan medis. Saat Anda pergi ke fasilitas kesehatan, kenakan masker jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan benda dengan tangan Anda. Jika yang sakit adalah anak, bantu anak untuk mematuhi nasihat ini.

Segera cari perawatan medis jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau nyeri/tekanan di dada. Jika memungkinkan, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke fasilitaskesehatan yang tepat.

6. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja atau juvenile delinquency memiliki arti kejahatan yang dilakukan oleh anak remaja. Dengan demikian kenakalan remaja merupakan perbuatan yang melanggar hukum yang dapat dikenai sanksi pidana bagi yang melanggar larangan tersebut. Masa remaja dikenal dengan masa Storm dan Stres dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Masa remaja identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Secara garis besar kenakalan remaja dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal

1) Krisis identitas

Hal ini dapat terjadi sebab pada masa remaja kondisi kejiwaan yang labil remaja masih sangat menonjol. Remaja sedang dalam kondisi untuk mencari identitas diri, dimana kesulitan ini sering tanpa disadari oleh para remaja. Remaja tidak mau lagi dianggap sebagai anak kecil, tetapi pada sisi yang lain kematangan untuk menjadi dewasa juga belum terpenuhi. Dalam kondisi ini sering remaja juga terjerumus ke dalam hal – hal yang negatif, sebagai akibat dari ketidaktahuannya.

2) Kontrol diri yang lemah

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Kontrol diri yang lemah ini menyebabkan remaja mudah terbawa arus kehidupan yang sering hanya untuk menunjukkan identitas dirinya agar diakui, tanpa berpikir lebih jauh apakah yang dia lakukan itu benar atau salah.

b. Faktor Eksternal

1) Keluarga dan perceraian orang tua

Keluarga merupakan lembaga yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Dalam keluarga pertamakali seorang anak akan dikenalkan dengan nilai dan norma yang berlaku, baik dalam keluarga sendiri maupun dalam masyarakat yang lebih luas. Keluarga menjadi pusat komunikasi yang baik bagi seluruh anggotanya, sehingga jika tidak ada komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

Perceraian keluarga seringkali membawa efek yang buruk terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. Anak yang menjadi korban perceraian akan mencari sosoak panutan di luar keluarganya. Jika dia menemukan atau bergaul dengan orang dan lingkungan yang salah, tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut akan mendorong perilaku yang nakal dari anak tersebut.

2) Teman dan lingkungan yang kurang baik

Dalam masa ini pola pergaulan harus menjadi perhatian semua pihak agar perilaku yang tidak baik dari remaja tidak muncul. Dalam tata pergaulan remaja seringkali menemukan situasi yang tidak baik dari teman-teman sebayanya. Pola pergaulan dengan teman sebaya sangat besar pengaruhnya, sebab di tengah-tengah teman sebaya eksistensi seorang remaja mendapat pengakuan. Jika para remaja menenmukan lingkungan pergaulan dengan perilaku yang salah maka hal ini akan membawa kepada mereka untuk berperilaku nakal.

3) Pengaruh budaya asing yang cenderung negatif

Seringkali remaja beranggapan bahwa semua yang berasal dari luar negeri itu baik, keren, dan kekinian. Tetapi tidak semua budaya barat meberikan manfaat yang baik dan bahkan tidak cocok dengan budaya masyarakat kita, remaja sebagai individu yang ingin diakui keberadaannya oleh orang lain seringkali terpengaruh dengan budaya asing yang hanya dirasa enak, mudah, glamor dll.

7. Aliran Sesat

Aliran sesat adalah pandangan atau doktrin teologis atau keagamaan yang dianggap berlawanan atau bertentangan dengan keyakinan, atau sistem keagamaan manapun. Dalam pengertian ini, ajaran sesat adalah pandangan atau doktrin dalam filsafat, politik, ilmu, seni, dll, yang berbeda dengan apa yang umumnya diakui sebagai yang berwibawa.

Beberapa aliran sesat atau manyimpang yang pernah ada di Indonesia adalah:

a. Komunitas Eden atau Salamullah

Ajaran ini didirikan oleh Lia Aminuddin atau Lia Eden dengan jemaat yang disebut Salamullah. Dia mengaku Imam Mahdi sebagai penyebar wahyu Tuhan. Dia juga menyatakan dirinya reinkarnasi Bunda Maria, sedangkan anaknya, Ahmad Mukti, adalah jelmaan Yesus Kristus.

b. Gafatar

Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) didirikan oleh Ahmad Musadeq, yang menyatakan dirinya sebagai nabi. Dia meneruskan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang pernah dinyatakan sesat oleh MUI pada tahun 2007. Gerakan ini bersifat sinkretik, yang menggabungkan ajaran Islam, Kristen, dan Yahudi.

c. Dimas kanjeng Taat Pribadi

Pada tahun 2016, MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa sesat terhadap ajaran sesat Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pria itu dianggap melakukan sejumlah kegiatan menyimpang, menyesatkan, dan melecehkan agama. Dimas Kanjeng, antara lain mendoktrin pengikutnya dapat menggandakan uang lewat praktik ‘kun fayakun’. Dimas Kanjeng turut mendoktrin keyakinan kufarat kepada pengikutnya bahwa ada bank gaib.

Munculnya kerajaan kerajaan palsu atau raja-raja palsu. Contohnya munculnya Raja dan Ratu Agung Sejagat dari Purworejo, yang mengaku raja dan ratu. Keduanya menjadi tersangka menyebar berita bohong yang menimbulkan keonaran dengan mengaku sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat (KAS) awal tahun 2020. Dan divonis 4 tahun dan 1,5 tahun penjara oleh Putusan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo pada 15 September 2020.


Rangkuman

Berbagai bentuk masalah sosial yang ada di masyarakat :
1. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan taraf atau standar kehidupan pada umumnya.
Bentuk-bentuk kemiskinan, yaitu sebagai berikut :
a. Kemiskinan absolut
b. Kemiskinan relatif
c. Kemiskinan kultural
2. Pengangguran
Pengangguran adalah sebuah golongan angkatan kerja yang belum melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan uang. Pengangguran tidak terbatas pada orang yang belum bekerja.

3. Kriminalitas
Tindakan kriminalitas yang ada di masyarakat sangat beragam bentuknya, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain sebagainya.

4. Kesenjangan sosial
Kesenjangan sosial merupakan perbedaan jarak ekonomi antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.

5. Penyakit menular
Penyakit menular adalah adalah gangguan yang disebabkan oleh organisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. disebabkan oleh agen biologi seperti mikroorganisme pategonik (virus, bakteri, dan fungi) serta parasit.

6. Kenakalan remaja
Kenakalan remaja atau juvenile delinquency memiliki arti kejahatan yang dilakukan oleh anak remaja. Masa remaja dikenal dengan masa Strom dan Stres dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Masa remaja identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif.

7. Aliran sesat.
Aliran sesat adalah pandangan atau doktrin dalam filsafat, politik, ilmu, seni, dll, yang berbeda dengan apa yang umumnya diakui sebagai yang berwibawa.

Jumat, 03 September 2021

MASALAH SOSIAL


DEFINISI MASALAH SOSIAL, EKSKLUSI SOSIAL dan FAKTOR
PENYEBAB MASALAH SOSIAL


Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajara 1 ini, Ananda mampu menjelaskan Pengertian masalah sosial, eksklusi sosial dan faktor penyebab masalah sosial.

Uraian Materi

Ananda sekalian, kalian sering mendengar kata “masalah”. Ananda pasti juga pernah mengalami masalah. Ketika kalian mendapatkan masalah, sesegera mungkin kalian akan mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut karena pada hakekatnya masalah adalah sesuatu yang tidak kita inginkan dan harus diselesaikan.

Masalah sosial ialah sesuatu hal yang timbul di masyarakat dan harus dicari solusi permasalahannya. Permasalahan yang timbul di masyarakat begitu kompleks dan muncul di berbagai sektor kehidupan bermasyarakat. Apa sih permasalahan sosial dan eksklusi sosial itu? Kita lihat definisi yang

dikemukakan oleh beberapa ahli di bawah ini. Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

Vincent Parillo Parillo dalam Soetomo (2013), menyatakan bahwa pengertian masalah sosial mengandung empat komponen sebagai berikut:

  1. Kondisi tersebut merupakan masalah yang bertahan untuk suatu periode waktu tertentu. Suatu kondisi yang dianggap sebagai masalah sosial, namun hanya terjadi dalam waktu singkat dan menghilangkan bukan termasuk masalah sosial.
  2. Apabila dirasakan dapat menyebabkan kerugian fisik atau nonfisik, baik pada individu maupun masyarakat.
  3. Merupakan suatu pelanggaran terhadap nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.
  4. Dapat menimbulkan kebutuhan akan pemecahan.

Menurut Soetomo masalah sosial adalah sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat. Menurut Lesli, masalah sosial sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan karena perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.

Jadi ananda bisa menyimpulkan pengertian dari masalah sosial yaitu suatu kondisi yang tidak diinginkan yang tidak sesuai dengan unsur-unsur budaya serta membahayakan kehidupan kelompok sosial sehingga perlu diatasi.

Nah kemudian apa sih pengertian dari eksklusi sosial?

Eksklusi sosial juga disebut marginalisasi sosial yaitu tindakan penyingkiran atau pengucilan ke pinggiran masyarakat. Eksklusi sosial mengacu pada cara-cara di mana individu dapat terputus dari keterlibatan penuh dalam masyarakat yang lebih luas. Misalnya, orang-orang yang tinggal di perumahan yang bobrok, dengan sekolah-sekolah miskin dan sedikit kesempatan bekerja di daerah itu, dapat secara efektif mengalami penolakan dari kesempatan untuk memperbaiki diri yang dimiliki kebanyakan orang di masyarakat.


 Faktor penyebab masalah sosial.

Nah Ananda, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial di masyarakat antara lain :

a. Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi merupakan faktor terbesar penyebab masalah sosial, ketidak mampuan individu atau kelompok untuk mencukupi kebutuhan hidupnya secara layak khususnya secara materi. Masalah ekonomi adalah masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat. Dalam hal ini kehadiran pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi sangat diharapkan.


Sebenarnya masalah ekonomi tidak hanya dipandang suatu kondisi kekurangan dalam mencukupi kebutuhan secara ekonomi tetapi juga dalam pengaturan, distribusi dan produksi mempengaruhi kondisi ekonomi bangsa yang pada akhirnya akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata.

Contoh faktor ekonomi menjadi masalah sosial yaitu kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, pengangguran, dan lain-lain.

b. Faktor Budaya

Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor budaya dipicu karena adanya ketidaksesuaian pelaksanaan norma, nilai, dan kepentingan sosial pada pola masyarakat yang heterogen atau multikultural. Contoh kenakalan remaja, konflik antarsuku, diskriminasi, gender, pernikahan dini, dan Perceraian, eksploitasi lingkungan dan lain-lain.

Kebudayaan yang semakin berkembang akan mempunyai peran terhadap timbulnya masalah sosial. Kebiasaan suka menerabas, tidak berperilaku disiplin dan tidak taat aturan menjadikan tumbuhnya kebiasaan yang mendarah daging dan pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak kita harapkan.


Lunturnya rasa menghargai, menghormati orang lain , kepekaan lingkungan menjadikan masyarakat cenderung apatis atau tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitar.

Dalam mengurus sesuatu misalnya, akan lebih suka potong kompas dan mengabaikan proses/prosedur yang seharusnya. Maka merebaklah praktik-praktik percaloan, suap, dan rendahnya budaya antre. Kemudian kebiasaanmembuang sampah misalnya, kita sering melihat di jalan, di angkutan umum atau kendaraan pribadi, pengendara membuang sampah sembarangan dengan melempar sampah dari kendaraan mereka. Sekecil apapun sampah ketika terakumulasi dengan jangka waktu yang panjang maka akan menimbulkan maslah besar. Selokan akan tersumbat, pendangkalan sungai, polusi tanah, dsb. Hal itu menyebabkan efek yang akan menyebabkan bencana seperti banjir, polusi, dan juga kerusakan ekosistem alam.

c. Faktor Biologis


Penyebab masalah sosial yang selanjutnya adalah faktor biologis. Masalahini dapat timbul akibat adanya ketidaksesuain keadaan lingkungan yangberpotensi menimbulkan ketidakstabilan kondisi biologis masyarakat,seperti adanya wabah penyakit menular, virus penyakit baru (HIV-AIDS,COVID-19), dan makanan beracun. Penyakit menular dapat menimbulkanmasalah sosial jika penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah.Kurang gizi juga merupakan masalah sosial yang disebabkan oleh faktor ini.

 

d. Faktor Psikologis


Faktor ini berhubungan dengan masalah pola pikir suatu masyarakat ataup ribadi tertentu yang bersinggungan dengan tatanan kehidupan sosial yangada. Seperti aliran sesat dan pemahaman lainnya yang menyimpang dari ajaran agama yang jika diamati secara detail sangat tidak masuk akal.

Misalnya aliran Ahmadyiah, aliran yang menyimpang dari ajaran agama, munculnya raja-raja palsu, dll. Masalah sosial yang satu ini tidak mudah menanganinya karena menyangkut soal keyakinan, sehingga butuh penanganan secara berkesinambungan dengan pendekatanpendekatan yang bijak. Contoh lain yang termasuk masalah faktor psikologis yaitu gerakan separatis anti pemerintah, penyimpangan seksual adanya LGBT.


Rangkuman

Definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli :
Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

Menurut Soetomo masalah sosial adalah sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat.

Eksklusi sosial juga disebut marginalisasi sosial yaitu tindakan penyingkiran atau pengucilan ke pinggiran masyarakat.

Faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial di masyarakat antara lain:
1. Faktor ekonomi. Misalnya kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, pengangguran, dll
2. Faktor budaya. Misalnya kenakalan remaja, perceraian, masalah sampah, dll.
3. Faktor biologis. Misalnya wabah penyakit menular, virus penyakit baru (HIV-AIDS, COVID-19), dan makanan beracun, gizi buruk, dll.
4. Faktor psikologis. Misalnya aliran sesat, gerakan sparatis anti pemerintah, penyimpangan seksual adanya LGBT, dll.

KELOMPOK SOSIAL DALAM PENDEKATAN SOSIOLOGIS

KELOMPOK SOSIAL DALAM PENDEKATAN SOSIOLOGIS

Tujuan Pembelajaran

Ananda sekalian, setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan ananda dapat menjelaskan hubungan antar kelompok sosial dalam pendekatan sosilogis.


Fungsi kelompok sosial

Fungsi kelompok sosial dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :

  1. Membantu individu dalam pengembangan komunikasi, setiap kelompok sosial mempunyai kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan kelompok dan di dalamnya ada interaksi antar anggotanya dan secara tidak langsung mendorong setiap anggota untuk berkomunikasi dalam rangka mencapai tujuan suatu kelompok tersebut.
  2. Pengadaan sarana dalam menunjang aktifitas kelompok sosial.
  3. Membangun perspektif seseorang, artinya dalam kelompok sosial individu mempunyai pemikiran dan gagasan.
  4. Mengingkatkan produktivitas seseorang dalam kehidupan sosialnya. Individu berperan aktif dan berusaha memberikan kontribusi terhadap kelompoknnya.

Hubungan antar kelompok sosial

Hubungan antar kelompok sosial dapat dilihat dari beberapa kriteria antara lain secara fisiologis, kebudayaan, ekonomi, dan kriteria perilaku..

a.  Kriteria fisiologis.

     Kriteria ini didasarkan pada persamaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), usia ( tua-muda             anak), dan ras (kulit hitam/negro, melayu dll)

b.  Kriteria kebudayaan.

     Kriteria ini mencakup kelompok yang diikat oleh persamaan kebudayaan dan kepercayaan termasuk      didalamnya kesamaan agama. Misalnya etnik (Batak, Jawa, Sunda, Minang, Ambon), agama (Islam,      Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghuchu).

c.  Kriteria ekonomi.

     Kriteria ini dibedakan antara mereka yang memiliki kekuasaaan ekonomi dan yang tidak memiliki         kekuasaan ekonomi.

d.  Kriteria perilaku.

Kriteria ini didasarkan pada kekurangan fisik (difabel), mental, dan penyimpangan terhadap aturan masyarakat (pelanggar aturan hukum).

Hubungan antar kelompok memungkinkan terbentuknya pola-pola hubungan yang khas antar kelompok sosial. Pola hubungan tersebut diantaranya :

a.  Akulturasi. Akulturasi terjadi ketika dua kelompok atau leih yang bertemu mengadakan komunikasi dan interaksi berbaur dan berpadu. Dalam hubungan tersebut terbentuklah suatu aktifitas dan perilaku sosial yang diakui bersama menjadi suatu kebudayaan.

b.  Dominasi. Dominasi terjadi bila suatu kelompok menguasai kelompok lainnya. Misalnya genosida (pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap kelompok tertentu), perbudakan, segregasi (pemisahan antar ras akibat konflik politik).

c.  Paternalisme. Peternalisme yaitu suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Misalnya penjajahan.

d.  Integrasi. Suatu pola hubungan tergabungnya suatu kelompok tertentu ke kelompok lain tanpa melihat perbedaan-perbedaan yang ada. Terdapat hak dan kewajiban yang sama pada masing masing kelompok.

e.  Pluralisme. Pluralisme adalah pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak setiap kelompok. Atau masyarakat majemuk yaitu suatu masyarakat yang terdiri dari berbagai macam kelompok membaur menjadi satu kesatuan.

Kelompok sosial dalam pendekatan sosiologis yaitu kelompok sosial akan berkembang dalam bentuk dan kegiatannya dimana kelompok sosial dapat membantu dalam pembentukan kepribadian seseorang yang ada di dalamnya. Kelompok sosial merangsang individu untuk berkarya, berinovasi dalam upaya mewujutkan tujuan dan kepentingan kelompok.

Rangkuman

1. Fungsi kelompok sosial
Fungsi kelompok sosial dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :
a. Membantu individu dalam pengembangan komunikasi
b. Pengadaan sarana dalam menunjang aktifitas kelompok sosial.
c. Membangun perspektif seseorang
d. Mengingkatkan produktivitas seseorang dalam kehidupan sosialnya
2. Hubungan antar kelompok sosial
Kriteria hubungan antar kelompok :
a. Kriteria fisiologis.
b. Kriteria kebudayaan
c. Kriteria ekonomi
d. Kriteria perilaku.
Pola hubungan yang khas antar kelompok sosial :
a. Akulturasi.
b. Dominasi.
c. Paternalisme.
d. Integrasi
e. Pluralisme.

Kamis, 02 September 2021

KLASIFIKASI & JENIS-JENIS KELOMPOK SOSIAL

 

KLASIFIKASI DAN JENIS-JENIS KELOMPOK SOSIAL

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan ananda dapat menjelaskan klasifikasi dan jenis-jenis kelompok sosial yang ada di masyarakat.

Klasifikasi kelompok sosial

1.  Kelompok Tidak Teratur

a. Kerumunan (Crowd)

Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat temporer, artinya kerumunan itu akan tetap ada selama orang-perorangan secara fisik hadir dalam suatu tempat yang sama. Apabila orang-orang tersebut bubar maka secara otomatis kerumunan tidak ada lagi. Kerumunan tidak terorganisasi, tidak mempunyai pimpinan dan tidak ada pembagian kerja maupun pelapisan sosial. Artinya kedudukan tiap orang dalam suatu kerumunan adalah sama. Identitas pribadi akan tenggelam dengan sendirinya. Seorang pengacara, guru, militer atau mahasiswa, yang sama- sama menunggu angkutan umum dalam sebuah halte memiliki status dan kedudukan yang sama. Suatu kerumunan mudah sekali bereaksi karena individu yang berkumpul mempunyai satu pusat perhatian. Keinginan mereka akan tersalurkan dengan mengadakan suatu aksi.

Ananda yang berbahagia, suatu kerumunan mempunyai bentuk-bentuk yang umum yaitu sebagai berikut :

1. Formal audience atau khalayak penonton yang formal

Kerumunan yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya sangat pasif. Contohnya adalah penonton film, pendengar khotbah dan lain-lain.

2.  Planned expressive group atau kelompok ekpresif yang telah direncanakan

Merupakan kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktifitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Fungsinya adalah penyalur ketegangan yang dialami orang karena pekerjaannya sehari-hari. Contohnya orang-orang yang berpesta, rekreasi, atau berdansa.

3.  Casual crowds atau kerumunan yang bersifat sementara

Kerumunan yang bersifat sementara yang ingin menggunakan fasilitas-fasilitas yang sama. Misalnya orang yang sedang antri karcis, orang yang antri di depan kamar mandi umum dan lain-lain. Dalam kerumunan ini kehadiran orang lain merupakan penghalang bagi tercapainya suatu tujuan seseorang.

4.  Panic crowds atau kerumunan orang yang sedang dalam keadaan panik

Kerumunan orang-orang yang secara bersama-sama dalam keadaan panik dan sedang berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. Dorongan dalam diri individu dalam kerumunan tersebut cenderung mempertinggi rasa panik.

5.  Spectator crowds atau kerumunan penonton.

Merupakan sekumpulan orang yang ingin melihat suatu kejadian atau peristiwa tertentu. Kerumunan jenis ini hampir sama dengan khalayak penonton, perbedaannya adalah kerumunan penonton tidak direncanakan dan aktivitas kegiatannya juga tidak direncanakan.

6.  Lawless crowds (kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum )

Ananda, kedua bentuk kerumunan ini harus dihindari. Ini hanya sebagai pengetahuan saja supaya ananda mawas diri.

  • acting crowds (kerumunan yang bertindak emosional) yaitu kerumunan yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma- norma yang berlaku dalam masyarakat.
  • immoral crowds (kerumunan yang bersifat immoral) yaitu segala tindakan yang berlawanan dengan norma-norma dalam masyarakat atau norma-norma pergaulan hidup, tetapi tanpa tujuan yang tertentu. Contohnya adalah sekelompok orang yang sedang mabuk.

b. Massa (Mass)

Kelompok tidak teratur yang ke dua yaitu massa. Pengertian massa sebenarnya hampir sama dengan kerumunan, namun pada umumnya massa terbentuk dengan adanya suatu perencanaan dan memiliki pemimpin yang menggerakkan, sehingga proses terjadinya bukan merupakan sesuatu yang spontan. Contoh dari massa adalah sekumpulan orang-orang yang digerakkan untuk melakukan suatu demonstrasi terhadap kebijakan yang diambil oleh pimpinan atau pemerintah.

c.  Publik

Yang ketiga yaitu publik. Publik merupakan kelompok semu dan proses terjadinya hampir sama dengan massa. Interaksi yang telah terjadi dalam publik dinamakan khalayak umum atau khalayak ramai. Proses pembentukan publik melalui alat-alat komunikasi seperti surat kabar, radio, telepon, televisi, dan film. Contoh kumpulan orang orang pelamar kerja di suatu instansi, dan lain-lain.


2. Kelompok Teratur

Nah ananda, sekarang kita akan menyimak tentang kelompok teratur. Apa itu kelompok teratur? Kelompok teratur adalah kelompok sosial yang setiap anggota di dalamnya sadar bahwa ia adalah bagian dari kelompok tersebut. Terdapat hubungan timbal balik di antar anggota kelompok. Kelompok teratur dapat dipilah menjadi beberapa bagian, antara lain :

a.  Kelompok dasar

Kelompok dasar adalah kelompok yang dibentuk secara spontan dari bawah untuk melindungi anggota-anggotanya terhadap tekanan negatif dari masyarakat besar dan sekaligus berfungsi sebagai sumber kegiatan bagi pembaruan masyarakat besar (induk) itu sendiri.

Contoh kelompok dasar yang terdapat di masyarakat di antaranya kelompok yang berlandaskan agama. Kelompok agama muncul karena unsur-unsur penting telah kehilangan fungsinya bagi masyarakat.

b.  Kelompok besar dan kecil

Besar kecilnya suatu kelompok ditentukan oleh kriteria tugas-tugas sosial dan jumlah anggotanya. Suatu kelompok disebut besar apabila bobot tugas yang ditangani atau tugas-tugas sosial yang dilaksanakan nya penting dan

universal. Tugas-tugas tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dasar guna mempertahankan kehidupan masyarakat. Kelompok besar adalah kelompok yang memiliki jumlah anggota relatif besar dan biasanya terbentuk dari beberapa kelompok kecil yang masing-masing kelompok menangani tugas tertentu. Kebutuhan sosial yang dinilai umum sebagai kebutuhan dasar harus selalu ada dalam setiap masyarakat, yaitu ekonomi, politik, pendidikan, keagamaan, kesenian, dan sebagainya.

Kelompok kecil adalah kelompok yang jumlah anggotanya relatif kecil (paling sedikit dua orang) dan dibentuk atas dasar kebutuhan atau kepentingan kecil dan spesifik. Kelompok-kelompok kecil selalu timbul atau pasti akan timbul di dalam kelompok yang lebih besar dan luas. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai kepentingan yang berbeda. Manusia memerlukan bantuan dan perlindungan dari sesamanya. Manusia mempunyai kemampuan yang terbatas dan sebagainya. Keadaan yang demikian menyebabkan timbulnya kelompok kecil (small group). Contohnya, kelompok belajar dan kelompok diskusi merupakan kelompok kecil dari suatu kelompok pendidikan (sekolah).

c.  Kelompok primer dan kelompok sekunder

Menurut C.H Cooley kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal diantara anggota-anggotanya dan bekerja sama yang erat yang bersifat pribadi. Hubungan sosial dalam kelompok primer bersifat informal (tidak resmi), akrab, dan personal. Contohnya keluarga, klan, dan lain-lain.

Kelompok sekunder adalah kelompok yang tidak didasarkan pada hubungan pribadi bersifat sementara. Hubungan sosial bersifat formal, impersonal, dan segmental didasarkan pada manfaat (utilitarian).

Manusia sebagai pribadi dalam kelompok sekunder kurang mendapat perhatian sebab yang menjadi pusat perhatian adalah tugas dan prestasi kerja. Contohnya ananda, dalam sebuah perusahaan, aspek yang dihargai dari seseorang adalah kepandaian, keterampilan, keluwesan bekerja sama, dan kepemimpinannya

d.  Kelompok dalam dan kelompok luar

In-group atau kelompok dalam muncul ketika para anggota suatu kelompok merasa bahwa mereka mempunyai suatu tujuan dan cita-cita yang sama, menaati norma-norma yang sama, nasib yang sama. Contohnya anada masuk sebagai warga RT 01, Peserta didik kelas XI IPS 1, dan lain-lain.

Out-group atau kelompok luar kelompok yang oleh individu diartikan sebagai kelompok lain diluar kelompoknya. Contohnya kelompok diluar warga RT 01, Peserta didik diluar kelas XI IPS 1, dan lain-lain.

e.  Kelompok keanggotaan dan Kelompok Acuan.

Merton mengemukakan pembagian kelompok dengan sebutan kelompok keanggotaan (membership Group ) dan kelompok acuan (reference group). Kelompok keanggotaan merupakan kelompok dimana seseorang secara resmi dan secara fisik menjadi anggota. Kelompok acuan ialah kelompk yang dengannya seseorang memiliki ikatan batin. Seseorang menerima pengaruh dari suatu kelompok dan mau menyesuaikan hidupnya dengan kelompok itu karena dinilai bermanfaat bagi kehidupannya.

f. Kelompok formal dan informal

Kelompok formal adalah Kelompok yang memiliki peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contohnya : Partai politik. Dalam partai politik terdapat hierarki kepemimpinan yang jelas, dan seseorang harus berusaha atau menunjukkan kemampuanya untuk menduduki jabatan terhormat dalam partainya.

Kelompok Informal merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Contoh dari kelompok ini adalah kelompok kecil atau persahabatan atau kelompok pemain musik di sekolah.

g. Kelompok okupasional dan kelompok volunter

Kelompok okupasional muncul setelah kelompok kekerabatan memudar fungsinya. Kelompok terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Contohnya Ikatan Bidan Indonesia, PGRI, dan lain-lain.

Kelompok volunter muncul akibat tidak terpenuhinya kepentingan- kepentingan masyarakat. Kelompok ini mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama tetapi tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat tanpa mengganggu kepentingan masyarakat luas. Contoh Relawan bencana alam, relawan penanggulangan pandemi covid-19, dan lain-lain..

3. Kelompok teritorial

Kelompok teritorial adalah suatu kelompok teritorial daerah tertentu yang membina hubungan para anggotanya dengan sarana-sarana yang sama untuk mencapai suatu hal atau tujuan tertentu.

Ciri-ciri kelompok teritorial yaitu :

  1. Kesatuan hidup yang tetap dan teratur yang berarti hubungan antar anggotanya teratur, akrab, kekeluargaan, saling mengenal, dan saling menolong.
  2. Bersifat teritorial yang berarti ciri khas suatu kelompok sosial sebagai komunitas adalah daerah tempatnya berada. Contoh: Desa, Kota, Kabupaten dan lain-lain.


Jenis-jenis Kelompok Sosial

Setelah menyimak materi tentang klasifikasi kelompok sosial kemudian ananda juga harus memahami tentang jenis-jenis kelompok sosial. Jenis-jenis kelompok sosial yang juga di kemukakan oleh para ahli antara lain :

1. Menurut Emile Durkheim

Menurut Durkheim kelompok dapat dibagi menjadi dua yaitu :

a. kelompok yang didasarkan pada solidaritas mekanis. Solidaritas mekanis merupakan ciri yang menandai masyarakat yang masih sederhana (oleh Durkheim dinamakan segmental). Peranan semua anggota sama sehingga

 

ketidakhadiran satu anggota kelompok dapat dengan segera digantikan anggota yang lain. Dalam kelompok ini yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap, sehingga perbedaan tidak dibenarkan. Seluruh warga masyarakat diikat oleh apa yang dinamakan collective conscience yaitu suatu kesadaran bersama yang mencakup keseluruhan kepercayaan dan perasaan kelompok, bersifat eksterm serta memaksa. Contohnya Ananda bisa melihat masyarakat tradisinal yang masih memegang teguh budaya leluhur.

b. kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis. Solidaritas organis merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks yaitu masyarakat yang telah mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh kesaling tergantungan antar bagian. Tiap anggota menjalankan peranan yang berbeda, dan diantara berbagai peranan yang ada terdapat kesaling tergantungan laksana kesalingtergantungan antara bagian-bagian suatu organisasi biologis. Ikatan utama yang mempersatukan masyarakat adalah kesepakatan-kesepakatan yang terjalin diantara  berbagai kelompok profesi.

2. Menurut Ferdinand Tonnies

Menurut Tonnies kelompok dapat dibagi berdasarkan sifat ikatan antar anggota, pengelompokannya menjadi dua yaitu :

a. Paguyuban atau juga disebut Gemeinschaft

Pola kehidupan bersama yang intim, pribadi dan eksklusif, suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir. Paguyuban merupakan kelompok sosial yang ikatan antara anggotanya merupakan ikatan batin murni, alamiah, kekal dan sangat kuat. Hubungan antar anggotanya biasanya bersifat informal. Contohnya adalah paguyuban yang terbentuk karena ikatan darah dan paguyuban yang terbentuk karena ideologi.

Menurut Tonnies ada tiga jenis gemeinschaft, Pertama, gemeinschaft by blood mengacu pada ikatan-ikatan kekerabatan. Kedua, gemeinschaft of place merupakan ikatan yang berlandaskan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat bekerja yang mendorong orang untuk berhubungan secara intim satu dengan yang lain, dan mengacu kehidupan bersama di daerah  pedesaan. Ketiga, gemeinschaft of mind mengacu pada hubungan persahabatan, yang disebabkan karena persamaan keahlian atau pekerjaan serta pandangan yang mendorong orang untuk saling berhubungan secara teratur.

b. Patembayan atau juga disebut Gesellschaft

Patembayan merupakan kelompok sosial yang ikatan antar anggotanya tidak terlalu kuat karena berlangsung untuk waktu yang pendek. Struktrunya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Hubungan antar anggota biasanya bersifat formal dengan memperhitungkan nilai guna dari interaksi dan komunikasi yang terjadi. Contohnya Asosialsi Pengusaha Muda Indonesia, dan lain-lain.


3. Menurut Charles H. Cooley

Cooley mengklasifikasikan kelompok berdasarkan makna kelompok bagi anggotanya, yaitu

a. Kelompok primer (primary group)

Kelompok primer adalah satuan hidup yang ditandai dengan hubungan yang akrab dan mesra di antara anggota-anggotanya. Orang-orang dalam kelompok primer biasanya bersama-sama dalam jangka waktu yang lama Hubungan antar anggota bersifat informal, mesra dan akrab. Ananda pasti dapat menebak contoh dari kelompok primer ini? Ya keluarga, keluarga termasuk kelompok primer yang mana di dalamnya terdapat hubungan  yang mesra dan akrab.


b. Kelompok sekunder (secondary group).

Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan antar anggotanya tidak akrab. Batas keanggotaan dalam kelompok sekunder tidak terlalu tegas. Anggota kelompok sekunder tidak mempunyai kesetiaan dan perasaan yang kuat karena masing-masing anggota melihat anggota lain dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang terbatas.


4. Menurut Sumner

Sumner memperkenalkan kategori kelompok dengan dua kelompok yaitu in- group dan out-group. Summer mengklasifikasikan kelompok berdasarkan sikap anggota terhadap kelompoknya dan kelompok lain seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada klasifikasi kelompok teratur.


C. Rangkuman

1. Klasifikasi kelompok sosial

a. Kelompok Tidak Teratur

1) Kerumunan (Crowd)

Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat temporer, artinya kerumunan itu akan tetap ada selama orang–perorangan secara fisik hadir dalam suatu tempat yang sama. Apabila orang-orang tersebut bubar maka secara otomatis kerumunan tidak ada lagi.

2) Massa (Mass)

Pada umumnya massa terbentuk dengan adanya suatu  perencanaan dan memiliki pemimpin yang menggerakkan sehingga proses terjadinya bukan merupakan sesuatu yang spontan.

3) Publik

Publik merupakan kelompok semu dan proses terjadinya hampir sama dengan massa. Interaksi yang telah terjadi dalam publik dinamakan khalayak umum atau khalayak ramai.

b. Kelompok Teratur

1) Kelompok dasar

2) Kelompok besar dan kecil

3) Kelompok formal dan informal

4) Kelompok primer dan sekunder

5) Kelompok keanggotaan dan Kelompok acuan.

6) Kelompok okupasional dan kelompok volunter

c. Kelompok Teritorial

Kelompok teritorial adalah suatu kelompok teritorial daerah tertentu yang membina hubungan para anggotanya dengan sarana-sarana yang sama untuk mencapai suatu hal atau tujuan tertentu.


2. Jenis-jenis kelompok sosial

Jenis-jenis kelompok sosial yang juga di kemukakan oleh para ahli antara lain :

a. Menurut Emile Durkheim  Solidaritas mekanis dan solidaritas organis

b. Menurut Ferdinand Toennies  Paguyuban dan Petembayan

c. Menurut Cooley  Kelompok Primer dan kelompok Sekunder

d. Menurut Summer  Kelompok luar (out-group) dan Kelompok dalam (in- group)

Rabu, 01 September 2021

KELOMPOK SOSIAL

 


KELOMPOK SOSIAL
SMA/MA KELAS XI SEMESTER I

Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat tidak akan lepas dari individu dan aktivitas yang dilakukannya, Aristoteles mengemukakan bahwa manusia adalah makluk sosial (zoon Politicon) yaitu bahwa manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain. Sejak manusia dilahirkan di muka bumi pasti memerlukan bantuan dari orang lain, coba ananda perhatikan, seorang bayi ketika lahir dari rahim seorang ibu tentunya mendapat bantuan dari bidan atau dukun bayi. Seorang bayi diberikan kasih sayang oleh orang tuanya dan keluarganya sehingga tumbuh dan berkembang di masyarakat. Hal itu mencerminkan bahwa setiap individu pasti memerlukan orang lain untuk mencukupi kebutuhan jasmani maupun rohaninya.

Baiklah ananda, kita simak yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto. Sejak dilahirkan manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu :

a. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya (yaitu masyarakat)
b. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Termasuk kita semua, untuk memenuhi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut kita sebagai manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya.

Definisi kelompok sosial

Para tokoh Sosiologi mendefinisikan kelompok sosial sebagai berikut :
  1. Soerjono Soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.
  2. Robert K Merton menyatakan bahwa kelompok sosial adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola yang telah matang.
  3. Paul B Horton, kelompok berarti setiap kumpulan manusia secara fisik (misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota).
  4. Mac Iver dan Charles H Page, kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah himpunan manusia yang berhubungan timbal balik satu sama lain dalam sebuah struktur sesuai dengan pola yang telah matang.

Syarat Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.diperlukan syarat tertentu suatu kelompok dikatakan kelompok sosial yaitu:
  1. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian kelompok yang bersangkutan.
  2. Interaksi hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya,
  3. Ada faktor yang dimiliki bersama seperti nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain. 
  4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku. 
  5. Bersistem dan berproses.

Ciri-ciri Kelompok sosial

Coba ananda perhatikan lingkungan sekitar kita. Kelompok sosial dapat kita temukan dalam lingkungan sekitar kita. Kita dapat mengidentifikasi suatu kumpulan manusia di lingkungan dengan memperhatikan ciri-ciri kelompok sosial yaitu :
  1. Adanya kesadaran dari masing-masing individu jika ia adalah bagian dari kelompok tersebut. 
  2. Adanya hubungan timbal baik antar anggota sendiri ataupun aggota lainnya.
  3. Adanya interaksi yang aktif dan juga pola perilaku.
  4. Adanya suatu faktor tertentu yang dimiliki dari masing-masing individu. 
  5. Adanya Struktur tugas masing-masing dari dalam kelompok. 
  6. Jika terjadi kejadian satu individu dalam kelompok akan mempengaruhi individu yang lainya. 
  7. Adanya interaksi antar invidu dalam jangka waktu tertentu. Interaksi antar individu berlangsung dalam jangka pendek ataupun lama.

Faktor Pembentuk Kelompok Sosial.

Kelompok sosial dasar pembentukannya dapat dilihat sebagai berikut :
  1. Faktor Darah (Common Ancestry). Kelompok sosial dapat dibentuk atas dasar kesamaan darah atau keturunan.
  2. Faktor Geografis. Letak tempat juga menentukan terbentuknya kelompok sosial. Anggota masyarakat yang berkumpul di suatu tempat kemudian terjalin komunikasi yang intens maka secara perlahan akan membangun ikatan. Misal: individu yang tinggal di tepian pantai akan membentuk kelompok nelayan.
  3. Faktor Kepentingan (Common Interest). Terdapatnya kesamaan kepentingan di antara para anggota masyarakat sangat memungkinkan untuk membentuk kelompok sosial. Misalnya : kelompok intelektual, kelompok seniman, dan lain-lain.
  4. Faktor Daerah Asal. Apabila seorang individu yang tinggal di suatu tempat kemudian bertemu dengan individu lain dalam jumlah cukup banyak sementara diketahui juga berasal dari daerah kelahiran yang sama maka sangat mungkin mendorong terbentuknya kelompok sosial di daerah tersebut.


Rangkuman

1. Menurut Soerjono Soekanto, dua hasrat atau keinginan pokok yaitu :
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya (yaitu masyarakat)
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

2. Definisi kelompok sosial.
Dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah himpunan manusia yang berhubungan timbal balik satu sama lain dalam sebuah struktur sesuai dengan pola yang telah matang.

3. Syarat terbentuknya kelompok sosial
        Syarat sebagai kelompok sosial :
  • Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian kelompok yang bersangkutan.
  • Ada hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya,
  • Ada faktor yang dimiliki bersama (nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dll),
  • Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku,
  • Bersistem dan berproses.
4. Ciri-ciri kelompok sosial
        Ciri-ciri kelompok sosial yaitu :
  • Kesatuan yang nyata/real
  • Ada hubungan timbal balik
  • Ada kesadaran Setiap anggota kelompok bahwa dia bagian dari kelompok
  • Adaya faktor yang dimiliki bersama
  • Memiliki struktur
5. Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
  • Faktor Darah (Common Ancestry)
  • Faktor Geografis
  • Faktor Kepentingan (Common Interest).
  • Faktor Daerah Asal.

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Materi Ajar Kelas VIII Semester I


 

Pengertian Pluralitas Masyarakat Indonesia

- Pluralitas adalah kondisi atau keadaan adanya beragam suku, agama, ras, dan budaya yang hidup dalam satu wilayah atau negara.

- Masyarakat Indonesia memiliki keberagaman yang kaya dan kompleks dalam berbagai aspek kehidupan seperti bahasa, adat istiadat, agama, suku, dan budaya.

A. Perbedaan Agama

1. Agama Islam

1)   Sejarah: Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui para pedagang Arab dan penyebaran agama oleh para ulama dan penjelajah seperti Syekh Datuk Kahfi dan Syekh Siti Jenar. Sejak saat itu, Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia.

2)    Jumlah Penganut: Indonesia adalah negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, dengan sekitar 87% penduduknya menganut agama Islam. Jumlah penganut Islam di Indonesia mencapai sekitar 225 juta jiwa.

3)   Kepercayaan dan Praktik: Mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti ajaran Sunni. Namun, terdapat juga kelompok-kelompok minoritas seperti Syiah, Ahmadiyah, dan lain-lain. Praktik keagamaan umumnya dilakukan melalui ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.

4)     Kehidupan Beragama: Indonesia memiliki kehidupan beragama yang toleran dan pluralis. Umat Islam dapat beribadah secara bebas dan memiliki kebebasan untuk mempraktikkan agama sesuai keyakinan masing-masing. Negara juga melindungi hak-hak agama umat Islam melalui Konstitusi dan peraturan hukum.

5)  Pengaruh Budaya: Islam di Indonesia memiliki pengaruh yang kuat dalam budaya masyarakat. Terdapat berbagai tradisi dan budaya Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi, seperti adat istiadat pernikahan, adat istiadat kematian, seni dan musik Islami, serta kuliner khas Islam.

6)  Organisasi Keagamaan: Terdapat berbagai organisasi keagamaan yang berperan dalam memajukan dan menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Organisasi-organisasi ini juga berkontribusi dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

7) Pendidikan Islam: Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral umat Islam. Terdapat sekolah-sekolah Islam yang menyediakan pendidikan agama Islam mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Meskipun mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam, prinsip-prinsip Pancasila yang mengedepankan kebhinekaan dan kebebasan beragama dijunjung tinggi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan keragaman agama yang harmonis. 

2. Agama Kriten Protestan

 

3. Agama Kristen Katolik
4. Agama Buddha
5. Agama Hindu
6. Agama Konghucu 

B. Perbedaan Budaya

1. Gagasan (Wujud Ideal)
2. Aktivitas (Tindakan)
3. Artefak (Karya)

Yang mempengaruhi perbedaan budaya

1. Perbedaan Lokasi
2. Perbedaan Agama atau Keyakinan 

C. Perbedaan Suku Bangsa

1. Agama Islam
2. Agama Kriten Protestan
3. Agama Kristen Katolik
4. Agama Buddha
5. Agama Hindu
6. Agama Konghucu 

D. Perbedaan Pekerjaan

1. Agama Islam
2. Agama Kriten Protestan
3. Agama Kristen Katolik
4. Agama Buddha
5. Agama Hindu
6. Agama Konghucu 

E. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya

1. Agama Islam
2. Agama Kriten Protestan
3. Agama Kristen Katolik
4. Agama Buddha
5. Agama Hindu
6. Agama Konghucu 

II. Faktor-faktor Pluralitas Masyarakat Indonesia

1. Geografis

- Indonesia terdiri atas ribuan pulau dengan beragam keadaan geografis, seperti pegunungan, laut, dan hutan, yang memengaruhi perkembangan berbagai kelompok masyarakat.

- Kondisi geografis ini memungkinkan terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda.

 

2. Sejarah

- Indonesia memiliki sejarah panjang yang dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan, seperti kebudayaan Hindu-Buddha, Islam, dan Barat.

- Interaksi antara kebudayaan-kebudayaan ini membentuk pluralitas masyarakat Indonesia saat ini.

 

3. Politik

- Sistem politik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika memberikan ruang bagi keberagaman suku, agama, dan budaya.

- Dalam sistem politik ini, pluralitas diakui dan dihormati sebagai kekayaan bangsa.

 

III. Contoh-contoh Pluralitas Masyarakat Indonesia

1. Bahasa

- Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang digunakan oleh berbagai suku di seluruh wilayah Indonesia.

- Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tetap menjadi alat komunikasi yang dipakai oleh masyarakat Indonesia.

 

2. Agama

- Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, namun juga memiliki keberagaman agama lain seperti Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

- Kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi Indonesia.

 

3. Adat Istiadat

- Setiap suku di Indonesia memiliki adat istiadat yang berbeda-beda, seperti upacara adat, pakaian adat, dan makanan adat.

- Adat istiadat ini menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat dan tetap dijaga dan dilestarikan.

 

4. Budaya

- Berbagai bentuk seni dan budaya seperti tari, musik, seni rupa, dan sastra ada di setiap daerah di Indonesia.

- Seni dan budaya ini mencerminkan kekayaan dan keberagaman masyarakat Indonesia.

 

IV. Pentingnya Menghargai Pluralitas Masyarakat Indonesia

- Menghargai pluralitas masyarakat Indonesia adalah penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

- Pluralitas menjadi kekuatan yang dapat memperkaya bangsa dalam berbagai aspek kehidupan.

- Menghargai pluralitas juga berarti menghormati hak-hak setiap individu dan kelompok dalam masyarakat.

 

V. Upaya Mempertahankan Pluralitas Masyarakat Indonesia

1. Pendidikan

- Pendidikan yang mengajarkan tentang pluralitas dan menghargai keberagaman suku, agama, dan budaya penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan keberagaman.

 

2. Dialog dan Toleransi

- Mengadakan dialog antarsuku, antaragama, dan antarbudaya untuk memahami dan menghormati perbedaan-perbedaan yang ada.

- Meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama dan berbagai kelompok masyarakat.

 

3. Kebijakan Pemerintah

- Mendorong kebijakan yang mendukung keberagaman, seperti melindungi hak-hak minoritas, memajukan budaya daerah, dan menghormati kebebasan beragama.

 

VI. Kesimpulan

- Pluralitas masyarakat Indonesia merupakan kekayaan dan kekuatan bangsa yang perlu dihargai dan dilestarikan.

- Menghargai pluralitas berarti menghormati hak-hak individu dan kelompok serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.